kisah seorang pengais sampah membuat hati ku miris melihat kehidupannya yang amat sangat jauh dari kata bahagia. tangan-tangan mungilnya begitu lincah mengais sampah bagai sedang menari. tak ada kata penyesalan dari mulut mereka terlahir dalam keadaan seperti itu. mereka untuk mendapatkan uang 15000 saja harus bertarung dengan tumpukan sampah, bau menyengat, dan harus berkawan dengan lalat. tapi kita yamg berada dalam keadaan yang lebih baik kadang tajk bersukur. terlalu picik seandainya kita beranggapan bahwa kitalah orang yang sangat tidak beruntung.
dan aku bertanya-tanya dimana dan kemanakah pemerintah? mereka bagai tak tercela. diluar sana banyak generasi-generasi negri yang begitu berharga justru terlupakan dan disia-siakan. sungguh ironi negri ku tersayang ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar